Pemerintah Dorong Industri Pertahanan Nasional Makin Mandiri pada 2027

Jakarta – Presiden, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pertahanan nasional sekaligus mendorong kemampuan industri dalam negeri agar semakin mandiri.

Penguatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kedaulatan negara, meningkatkan kesiapan pertahanan, serta memastikan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan dukungan industri nasional.

banner 336×280
“Kekuatan pertahanan Indonesia bukan untuk mengancam bangsa lain. Kekuatan itu untuk menjaga perdamaian dan memastikan tidak ada pihak yang akan meremehkan kedaulatan kita,” ujar Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Presiden, penguatan pertahanan Indonesia tidak diarahkan untuk mengancam negara lain, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga perdamaian dan memastikan kedaulatan nasional tetap dihormati.

Di panggung internasional, pemerintah juga terus memperjuangkan kepentingan nasional melalui politik luar negeri bebas aktif. Indonesia memperkokoh peran ASEAN sekaligus memperluas kemitraan strategis dengan BRICS, Uni Eropa, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, India, negara-negara Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, hingga kawasan Pasifik.

Strategi tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kemitraan antarnegara diharapkan membuka akses pasar ekspor bagi produk dalam negeri, menarik investasi, mendorong transfer teknologi, serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Dalam konteks pertahanan, kerja sama internasional juga dapat memperkuat kemampuan teknologi sekaligus mempercepat peningkatan kapasitas industri nasional.

Penguatan industri pertahanan dalam negeri tercermin dari keberhasilan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia melakukan modernisasi pesawat angkut berat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 milik TNI Angkatan Udara.

Pesawat tersebut dimodernisasi untuk memperpanjang usia operasional hingga 15–20 tahun sekaligus meningkatkan kesiapan dalam mendukung berbagai misi TNI AU.

Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi, mengatakan modernisasi A-1319 mencakup Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionic Upgrade Program (AUP), serta Structural Integrity Program (SIP). Pengerjaan dilakukan dengan mengacu pada standar teknologi terbaru dan kebutuhan operasional pesawat C-130.

“Penyelesaian proyek A-1319 merupakan tonggak penting bagi GMF, sekaligus bukti bahwa kapabilitas industri dalam negeri terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pertahanan nasional,” ujar Andi.

Modernisasi tersebut juga menjadi bagian dari kontrak Kementerian Pertahanan RI untuk delapan unit Hercules. A-1319 merupakan pesawat kedua yang dikerjakan GMF setelah sebelumnya menyelesaikan Center Wing Box pesawat A-1315. Seiring berjalannya proyek, GMF menargetkan peningkatan efisiensi waktu pengerjaan pesawat berikutnya.

“Kami kerjakan 100 persen oleh tenaga lokal, dengan dukungan desain dari Lockheed dan kolaborasi tim TNI AU,” jelas Andi.

[w.R]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *