Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat posisi ekonomi Indonesia di tingkat global melalui pengelolaan dana kedaulatan atau _sovereign wealth fund (SWF)_ yang dinilai semakin besar dan strategis. Langkah tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.
Presiden Prabowo menyebut Indonesia kini telah memiliki dana kedaulatan dengan total aset mencapai USD1.000 miliar.
“Kita punya sekarang dana kedaulatan, _sovereign wealth fund,_ mungkin sekarang masuk terbesar di dunia. Aset yang kita kelola sekarang 1.000 miliar dolar,” kata Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, keberadaan dana kedaulatan tersebut menjadi langkah strategis jangka panjang yang dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Ia menilai hasil dari kebijakan tersebut tidak dapat dilihat secara instan, melainkan membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk menunjukkan dampak signifikan terhadap kemajuan bangsa.
“Jadi boleh juga ini negara kita, kita sudah punya Danantara, dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi ingat, lihat tanggal, lihat tahun. Saudara akan lihat pada saat itu apa yang kita buat tahun 2025–2026 ini. Jangan sekarang, nanti 20 tahun lagi saudara nilai apa yang kita buat hari ini. Yang kita buat adalah hal-hal mendasar,” jelasnya.
Pemerintah memandang penguatan dana kedaulatan sebagai instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global. Selain menjadi sumber investasi jangka panjang, dana tersebut juga diharapkan mampu mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, BP BUMN bersama Danantara terus memperkuat pengelolaan aset negara melalui tata kelola yang terintegrasi dan profesional. Langkah tersebut dilakukan dengan menerapkan strategi investasi yang disiplin serta pengelolaan portofolio yang terukur guna menjaga pertumbuhan nilai aset negara.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa optimalisasi pengelolaan aset negara menjadi prioritas utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“BUMN memastikan setiap aset dan modal yang dikelola mampu bekerja secara optimal untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat,” ujar Dony.
Melalui penguatan tata kelola dan peningkatan profitabilitas BUMN, pemerintah berharap fundamental ekonomi nasional semakin kokoh. Peningkatan dividen, pertumbuhan nilai aset, serta kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan dinilai akan menjadi faktor penting dalam membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi global yang lebih berpengaruh di masa mendatang. (*)