Swasembada Energi dan Momentum Transformasi Menuju Kedaulatan Nasional

Oleh: Yogi Prasetyo
Upaya mewujudkan swasembada energi kembali menjadi sorotan seiring berbagai langkah strategis yang ditempuh pemerintah dalam beberapa waktu terakhir. Transformasi sektor energi yang kini digencarkan mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat fondasi kemandirian nasional. Di tengah dinamika global yang terus berubah, kebijakan yang menekankan inovasi teknologi, peningkatan investasi, serta kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai arah progresif dalam membangun sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi Indonesia. Narasi swasembada energi pun tidak lagi dipandang sebagai gagasan jangka panjang semata, melainkan sebagai strategi nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melihat swasembada energi sebagai agenda besar yang membutuhkan keberanian berinovasi dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Ia memandang berbagai terobosan yang kini dijalankan menunjukkan optimisme baru dalam mengoptimalkan potensi domestik. Melalui intervensi teknologi pada sumur minyak tua hingga percepatan proyek hulu migas, pemerintah berupaya membuka peluang produksi yang lebih besar sekaligus memperkuat fondasi menuju kemandirian energi nasional. Pandangan tersebut memperlihatkan adanya pergeseran pendekatan dari sekadar menjaga pasokan menuju upaya menciptakan ekosistem energi yang produktif dan berorientasi masa depan.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah optimalisasi sumur minyak yang selama ini belum berproduksi maksimal. Dengan pendekatan teknologi dan kemitraan strategis, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi nasional secara lebih efisien tanpa harus sepenuhnya bergantung pada eksplorasi baru yang membutuhkan waktu panjang. Pemerintah melihat bahwa pemanfaatan aset yang sudah ada merupakan bentuk efisiensi sekaligus strategi percepatan menuju swasembada energi. Upaya ini juga diyakini dapat membuka peluang transfer teknologi serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor energi.

Di sisi lain, percepatan eksekusi proyek-proyek yang telah masuk dalam rencana pengembangan serta rencana pembukaan tender blok migas baru menunjukkan arah kebijakan yang semakin proaktif. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat ketahanan pasokan energi sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dan menarik bagi pelaku usaha. Visi ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada energi sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Peningkatan kapasitas pengolahan energi dalam negeri juga menjadi bagian integral dari strategi besar tersebut. Keberhasilan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan dinilai sebagai tonggak penting yang memperlihatkan kemampuan Indonesia memperkuat rantai nilai energi nasional. Menteri ESDM melihat pengoperasian kilang tersebut sebagai langkah strategis yang mampu menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian domestik. Dengan meningkatnya produksi bahan bakar dari kilang dalam negeri, peluang untuk memperkuat stabilitas harga energi nasional pun semakin terbuka.

Peran PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi nasional turut menjadi faktor penentu dalam mempercepat transformasi ini. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menilai integrasi bisnis hilir melalui pembentukan Subholding Downstream sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem distribusi energi nasional. Menurutnya, integrasi tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat ketahanan rantai pasok agar lebih adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat. Langkah ini mencerminkan upaya modernisasi tata kelola energi nasional yang semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan dan profesionalisme.

Lebih jauh, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan program Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan bahwa agenda swasembada energi juga diarahkan untuk mendorong pemerataan akses energi hingga ke wilayah pedesaan. Simon melihat koordinasi antara pemerintah, BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai kunci agar distribusi energi dapat menjangkau wilayah terpencil secara lebih merata. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa swasembada energi tidak semata soal peningkatan produksi, tetapi juga tentang memastikan manfaat energi dapat dirasakan secara inklusif oleh masyarakat luas.

Dari sisi pengawasan, masukan DPR menjadi bagian penting dalam memastikan tata kelola distribusi energi berjalan optimal. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyoroti perlunya penguatan pengawasan terhadap distribusi solar subsidi agar kebijakan energi benar-benar tepat sasaran. Ia memandang bahwa penataan distribusi yang lebih baik akan membantu menjaga keberlanjutan program subsidi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem energi nasional. Pengawasan yang konstruktif dipandang sebagai elemen penting dalam menjaga akuntabilitas sekaligus memperkuat efektivitas kebijakan pemerintah.

Sementara itu, apresiasi terhadap respons cepat Pertamina dalam penanganan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatra menunjukkan bahwa reformasi sektor energi mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai kesiapan distribusi bahan bakar saat situasi darurat mencerminkan profesionalisme dan kesiapan operasional perusahaan energi nasional dalam menjaga layanan publik. Responsivitas tersebut menjadi indikator bahwa transformasi energi tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada ketahanan layanan di tengah situasi krisis.

Pada akhirnya, perjalanan menuju swasembada energi memang membutuhkan konsistensi dan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat. Berbagai langkah strategis yang kini dijalankan menunjukkan arah kebijakan yang semakin konstruktif, mengedepankan inovasi sekaligus kolaborasi. Jika momentum ini terus dijaga, swasembada energi bukan hanya menjadi target jangka panjang, tetapi juga simbol kedaulatan Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya alam secara mandiri, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat.

*) Peneliti Ketahanan Energi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *