BERITA TERBARU

Bantuan Karhutla Diperluas untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap

Jakarta – Pemerintah memperluas skala penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memprioritaskan perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan kabut asap pekat. Kebijakan ini diambil menyusul peningkatan indeks kualitas udara yang memburuk di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan akibat meluasnya titik api.

“Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak Karhutla,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono.

Langkah perluasan bantuan ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang mempertemukan pemangku kebijakan pusat dan daerah guna merumuskan respons terpadu. Fokus utama pertemuan tersebut adalah memastikan jalur distribusi logistik medis tidak mengalami hambatan birokrasi di tingkat kabupaten maupun kota.

Sebanyak tujuh provinsi prioritas yang menjadi episentrum kabut asap, termasuk Riau, Jambi, dan Kalimantan Tengah, langsung disiagakan dalam status siaga darurat kesehatan. Pemerintah daerah di wilayah-wilayah tersebut diminta untuk proaktif melaporkan kebutuhan mendesak di lapangan setiap harinya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin langsung menginstruksikan jajarannya untuk mengirimkan tambahan pasokan perlengkapan medis secara masif ke daerah-daerah yang paling parah terpapar asap. Bantuan darurat ini mencakup ratusan ribu masker khusus serta unit konsentrator oksigen untuk mengantisipasi lonjakan pasien gangguan pernapasan.

“Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare,” jelas Budi.

Selain fasilitas kesehatan formal, pemerintah juga menyasar kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang rentan mengalami penurunan fungsi paru-paru akibat polusi udara. Petugas kesehatan diterjunkan langsung ke pemukiman warga untuk memantau kondisi kesehatan harian serta membagikan obat-obatan pencegah infeksi saluran pernapasan akut.

Perlindungan serupa turut diberikan kepada para petugas pemadam kebakaran yang setiap hari berjibaku memadamkan titik api di tengah pekatnya kepulan asap beracun. Tim Pusat Krisis Kesehatan juga dikerahkan untuk mengawasi berjalannya seluruh fasilitas kesehatan darurat agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *