JAKARTA – Asisten Utama Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Fadil Imran menegaskan pihaknya tidak mendeteksi adanya potensi gangguan keamanan yang menonjol sejauh ini. Fadil menyatakan bahwa situasi nasional sejauh ini aman dan kondusif. Hal ini disampaikannya menanggapi maraknya isu potensi gangguan keamanan pada Agustus 2026.
“Berdasarkan data DORS (Daily Operating Reporting System), tidak ada hal yang menonjol. Masyarakat jangan termakan dengan isu-isu akan terjadi gangguan kamtibmas yang mencemaskan,” katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Fadil jugamembantah bahwa pihaknya melakukan persiapan khusus selama bulan Agustus. Menurutnya, aparat kepolisian pada dasarnya bersiaga setiap hari. Polri senantiasa menjaga kesiapsiagaan personel dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Polisi enggak pernah ada antisipasi khusus, setiap hari kita siaga terus. Brimob siaga, Sabhara siaga ya. Jadi enggak ada, biasa aja, semua kita siaga selalu,” tegasnya.
Sementara itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, langkah antisipasi pengamanan telah disiapkan secara komprehensif agar seluruh agenda peringatan yang digelar pemerintah maupun masyarakat dapat berjalan kondusif.
“Kita bersama seluruh kementerian/lembaga, khususnya yang memiliki tugas untuk menjaga stabilitas keamanan, bekerja sama dengan pemerintah daerah semuanya di seluruh Indonesia. Tentunya setiap saat selalu berkoordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan aman,” ujarnya.
Kapolri juga memgimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga ketertiban serta suasana damai dalam memperingati hari kemerdekaan. Menurutnya, peringatan ulang tahun ke-81 kemerdekaan RI merupakan momen kebangsaan yang patut dirayakan bersama dengan semangat persatuan.
“Ini adalah perayaan kemerdekaan kita bersama yang ke-81. Tentunya mari kita sambut bersama-sama, kita rayakan bersama-sama dengan baik, dan kita jaga keutuhan bangsa ini,” jelas Sigit.
Di tempat lain, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menyebut praktik fear mongering ini tidak hanya mengganggu ketenangan publik, tetapi juga berpotensi merusak suasana kondusif yang telah dibangun.
Ada pihak-pihak yang sengaja menebar ketakutan dengan narasi yang tidak berdasar. Ini bukan sekadar hoaks, tapi upaya sistematis untuk menciptakan kegaduhan, ucapnya di Istana Negara Jakarta.
Hasan mengajak masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi yang dapat memicu ketakutan di tengah beredarnya isu mengenai potensi gangguan keamanan. Masyarakat perlu tetap bersikap optimistis karena kondisi negara dalam keadaan baik dan pemerintah terus menjalankan berbagai program.
Kita jangan memperbesar berita-berita yang menebar ketakutan, sebaiknya diklarifikasi juga, pungkas Hasan. [*]