JAKARTA Tingginya aktivitas masyarakat di media sosial pada momentum HUT ke-81 RI perlu diimbangi dengan kecermatan dalam memilah informasi, terutama terhadap konten provokatif, hoaks, serta unggahan lama yang kembali beredar tanpa konteks.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh konten yang berpotensi menimbulkan keresahan. Ia menilai momentum kemerdekaan seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, bukan dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang dapat memicu perpecahan.
“Jangan sampai ruang digital kita justru dipenuhi konten provokatif yang dapat memicu keresahan. Masyarakat harus lebih bijak, cermat, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Meutya.
Ia juga menekankan bahwa menjaga ruang digital tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengguna media sosial memiliki peran penting karena setiap unggahan, komentar, maupun konten yang dibagikan dapat dengan cepat menjangkau masyarakat luas.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya meminta masyarakat melakukan pemeriksaan sebelum membagikan informasi. Menurutnya, publik perlu melihat sumber, waktu, lokasi, serta konteks sebuah konten, khususnya foto dan video yang dapat menimbulkan persepsi berbeda apabila dipisahkan dari peristiwa sebenarnya.
“Jangan langsung percaya dan jangan langsung membagikan. Periksa sumbernya, lihat konteksnya, kapan dan di mana peristiwa itu terjadi. Ini penting agar kita tidak ikut menyebarkan informasi yang keliru,” kata Fifi.
Ia menjelaskan bahwa unggahan tanpa keterangan waktu, lokasi, sumber, dan konteks berpotensi memicu kesalahpahaman serta memperkeruh situasi. Karena itu, masyarakat dianjurkan membandingkan informasi dengan media massa kredibel sebelum membagikannya. Kemkomdigi juga terus memperkuat pemantauan ruang digital dan kolaborasi dengan kementerian, lembaga, platform digital, media massa, serta komunitas pemeriksa fakta.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono turut mengajak masyarakat menggunakan ruang digital secara bijak. Ia menilai kebebasan berekspresi harus disertai tanggung jawab agar media sosial tidak menjadi sarana penyebaran hoaks, fitnah, maupun provokasi yang dapat merugikan masyarakat.
Gunakan ruang digital secara bijak. Kebebasan berekspresi harus disertai tanggung jawab agar informasi yang disampaikan tidak merugikan masyarakat, pungkasnya.