Jakarta – Pemerintah terus memperkuat peningkatan kualitas SDM melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjangkau pelajar di berbagai daerah sebagai upaya menanamkan pola hidup sehat sejak dini guna mendukung kualitas belajar.
Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya kesadaran kesehatan dan tindak lanjut pemeriksaan, sementara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, menegaskan program ini bersifat preventif, tanpa stigma, dan bertujuan memberi pemahaman kondisi kesehatan siswa sejak dini.
Program ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan budaya hidup sehat, serta membentuk pola hidup sehat (healthy lifestyle) sejak usia sekolah, kata Abdul Muti.
Pendekatan ini dinilai sangat relevan dalam mendukung proses pembelajaran. Pelajar yang sehat cenderung memiliki konsentrasi yang lebih baik, tingkat kehadiran yang tinggi, serta daya serap materi yang optimal. Dengan demikian, kesehatan menjadi salah satu faktor kunci dalam menciptakan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI, Asnawi Abdullah, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi selama satu tahun pelaksanaan CKG menunjukkan adanya sejumlah masalah kesehatan pada anak usia sekolah yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Tahun ini CKG tidak lagi berhenti pada pemeriksaan. Tindak lanjut menjadi fokus utama. Dengan pengendalian hipertensi, gula darah, dan berat badan sejak dini, risiko penyakit katastropik ke depan bisa ditekan, ujar Asnawi.
Data menunjukkan bahwa gangguan kesehatan seperti masalah gigi dan hipertensi mulai muncul pada anak usia sekolah. Temuan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk memperkuat intervensi sejak dini, sehingga potensi gangguan kesehatan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius di masa depan.
Secara nasional, pelaksanaan Program CKG telah menjangkau lebih dari 25 juta siswa dan dilaksanakan di lebih dari 202 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Capaian ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan setiap pelajar mendapatkan akses layanan kesehatan dasar secara merata.
Ke depan, sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan akan terus diperkuat guna memastikan bahwa setiap anak Indonesia tidak hanya mendapatkan pendidikan yang berkualitas, tetapi juga tumbuh dalam kondisi kesehatan yang optimal. Dengan demikian, Program CKG tidak hanya berkontribusi pada aspek kesehatan semata, tetapi juga menjadi investasi penting dalam meningkatkan kualitas belajar dan masa depan generasi bangsa.
‘